8 Bagian Isi dari Surat Lamaran Kerja yang Tidak Boleh Dilupakan!

Isi dari Surat Lamaran Kerja

Meski terkesan sederhana, namun menulis surat lamaran kerja tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Pasalnya terdapat sejumlah kaidah yang perlu dipatuhi agar surat lamaran tersebut terlihat menarik. Anda perlu memperhatikan isi dari surat lamaran kerja sebaik mungkin sebelum mengirimkannya ke perusahaan penyedia lowongan.

Isi dari Surat Lamaran Kerja yang Tidak Boleh Terlupakan

Bagi Anda yang ingin menulis surat lamaran kerja, berikut adalah beberapa bagian isi yang tidak boleh dilupakan.

1. Isi dari Surat Lamaran Kerja : Tempat dan Tanggal

Meskipun tergolong sebagai surat yang resmi, namun surat lamaran kerja tidak membutuhkan kop seperti surat dinas. Sehingga pada bagian paling atas – bisa di kanan maupun kiri – bisa langsung dituliskan tempat dan tanggal surat lamaran tersebut dibuat.  

2. Perihal dan Lampiran  

Setelah mencantumkan tempat dan tanggal, Anda juga perlu mencantumkan hal dan lampiran. Bagian ini umumnya berada di bagian kiri. Perihal biasanya diisi dengan lamaran pekerjaan dan lampiran diisi dengan jumlah berkas yang dilampirkan. Kalau masih bingung, Anda bisa juga melihat referensi contoh surat lamaran kerja yang menarik dari berbagai sumber.

3. Tujuan Surat Lamaran

Setelah itu, Anda juga perlu mencantumkan kepada siapa surat lamaran tersebut ditujukan. Biasanya pengiriman surat lamaran hanya menyertakan Jabatan atau posisi kerjanya. Semisal HRD, Manager, atau orang lain yang bertanggung jawab pada proses rekrutmen tersebut. 

4. Salam Pembuka Surat

Sebelum menuliskan isi dari surat lamaran kerja, pastikan terlebih dahulu Anda sudah menyertakan salam pembuka pada surat tersebut. Salam pembuka yang paling umum digunakan dalam surat-surat untuk melamar kerja adalah “Dengan hormat,”. Sebab salam ini termasuk yang paling umum dan bisa diterima pada banyak kondisi.

Baca Juga : Kesalahan Saat Membuat Lamaran Kerja

5. Paragraf Pembuka Surat Lamaran Pekerjaan

Ketika menuliskan surat lamaran kerja, jangan lupa untuk menyertakan paragraf atau alinea pembuka. Pada bagian ini umumnya berisikan penjelasan mengenai darimana Anda mendapatkan informasi lowongan tersebut.

 6. Bagian Isi Surat Lamaran Kerja

Setelah memberikan pendahuluan pada alinea pembuka, maka Anda bisa mulai masuk ke dalam bagian isi surat lamaran pekerjaan. Secara umum bagian ini terbagi ke dalam tiga hal berbeda yaitu identitas, maksud pengiriman surat, dan juga berkas-berkas pendukung.

Pada bagian identitas, pastikan Anda menuliskannya secara lengkap seperti nama, alamat, nomor telepon, email, dan pendidikan terakhir yang ditempuh. Setelah itu, Anda juga bisa menjelaskan maksud dari pengiriman surat tersebut untuk melamar posisi pekerjaan sebagai apa. Sebagai pelengkap, Anda juga bisa menuliskan beberapa skill untuk menarik minat tim perekrut.

Sementara itu pada bagian ketiga, Anda bisa menuliskan mengenai berkas lampiran apa saja yang disertakan. Misalnya saja adalah pas foto, CV, SKCK, kartu kuning, dan lain sebagainya. 

7. Bagian Penutup Surat Lamaran

Seperti penulisan surat pada umumnya, Anda juga perlu menyertakan bagian penutup pada surat lamaran pekerjaan. Tidak perlu menuliskan penutup yang panjang dan bertele-tele karena bisa mengganggu kenyamanan recruiter yang membaca surat Anda.

Sebagai gantinya. Anda bisa menuliskan ucapan terima kasih dan harapan agar bisa diterima menjadi bagian dari perusahaan tersebut. Selain bagian penutup, Anda juga perlu memperhatikan cara agar Cover Letter dilirik HR untuk memperbesar peluang diterima kerja.

8. Tanda Tangan dan Nama Terang

Bagian terakhir yang juga menjadi isi dari sebuah surat lamaran kerja adalah tanda tangan nama terang Anda sebagai pelamar. Umumnya bagian ini dituliskan menjorok pada bagian pojok kanan bawah surat lamaran.

Demikianlah pembahasan mengenai bagian isi dari surat lamaran kerja terbaru yang tidak boleh diabaikan. Kini dengan adanya pembahasan tersebut Anda pun bisa mengetahui secara lebih detail terkait seluk-beluk kelengkapan surat lamaran pekerjaan.